“Dasar” itu gak penting? (part 2)

soal-matematika-1068x600

Pada masa ketika saya SD dahulu, di tahun 1995-2001, cakupan topik lebih terasa sedikit, sehingga guru dan murid punya cukup waktu untuk membahas suatu topik dengan lebih mendalam atau hingga anak-anak murid bisa cukup memahami. Ambil contoh saja tentang kalibataku atau kali () bagi () tambah () kurang (). Saya cukup ingat bahwa ketika saya sudah berada di kelas 4 SD dahulu, saya dan mayoritas teman sekelas saya sudah cukup fasih dalam melakukan operasi hitung sederhana itu. Ketika saya mengajar di kelas 4 SD dahulu, masih banyak anak murid yang kesulitan di materi itu. Belum lagi ketika kita berbicara tentang materi bilangan bulat, pecahan, KPK, FPB, pangkat, bangun datar, bangun ruang, apalagi soal cerita.

Continue reading ““Dasar” itu gak penting? (part 2)”

“Dasar” itu gak penting? (part 1)

Der Traum vom Haus

Kita bisa saja membangun gedung yang begitu megah. Namun, tanpa fondasi yang baik, cepat atau lambat gedung tersebut akan runtuh juga.

“Teori itu kan gak penting!”, teriak Kelly kepada temannya dengan muka kesal. Kelly baru saja menyelesaikan bimbingan pembuatan skripsi dengan dosen pembimbingnya. Dia begitu kesal karena sebagian besar isi Bab 3 dan Bab 4 skripsinya dicoret oleh dosen pembimbingnya karena kesalahan landasan teori yang fatal menurut dosennya.

Continue reading ““Dasar” itu gak penting? (part 1)”