Membaca dengan Efektif

 

keep-calm-and-love-reading-64

Sudah sejak lama, kita mengetahu bahwa minat baca anak Indonesia tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.  Berdasarkan laporan penelitian pada tahun 2016 (http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data), Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara untuk kemampuan literasi (kemampuan membaca dan memahami teks tertulis, bisa diartikan secara sederhana sebagai kemampuan membaca).  Indonesia hanya lebih baik dari Botswana yang merupakan peringkat ke-61.

Hal ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), hampir 70% dari orang dewasa Indonesia, khususnya di Jakarta mendapatkan nilai di bawah atau sama dengan level 1 pada kemampuan literasi.  “Ini berarti sejumlah orang dewasa tersebut hanya mampu untuk membaca bacaan-bacaan yang singkat mengenai bahasan atau topik yang sudah cukup dikenal untuk mendapatkan informasi tertentu.  Untuk bisa melakukan hal ini, sebenarnya hanya dibutuhkan pengetahuan kosa kata yang sederhana, dan pembaca tidak perlu memahami struktur kalimat atau paragraf.” (OECD, 2016, hal. 2).

hampir 70% dari orang dewasa Indonesia, khususnya di Jakarta mendapatkan nilai di bawah atau sama dengan level 1 pada kemampuan literasi.

Ini semakin menegaskan dengan data yang valid bahwa kemampuan membaca dan memahami bacaan orang Indonesia memang tergolong sangat rendah.  Saya pun menyadari bahwa semasa saya belajar di sekolah, saya jarang sekali benar-benar didorong untuk membaca buku.  Kalau membaca buku saja jarang, apalagi untuk mengkritisi bacaan.

Walaupun begitu, dalam kira-kira 1 tahun terakhir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat sebuah program, yaitu gerakan untuk membaca di sekolah yang dinamakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).  Melalui program atau gerakan ini, seluruh peserta didik khususnya, tetapi juga bersama dengan para guru, diajak untuk menyisihkan waktu di sekolah selama minimal 1 jam pelajaran untuk membaca buku.  Buku yang dibaca bisa disediakan dari sekolah, atau peserta didik boleh membawa sendiri buku bacaan yang tentunya harus melalui persetujuan pihak sekolah (tidak boleh sembarang buku yang dibawa).  Program ini pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

“Program ini (Gerakan Literasi Sekolah) pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.”

Jika kita sudah terbiasa untuk membaca, untuk tingkat yang lebih lanjut, kita perlu untuk memproses informasi dengan cepat dan efektif.  Mengapa?  Karena, kadang bisa saja kita merasa bosan untuk membaca keseluruhan buku atau teks bacaan, atau kita bisa saja membaca tetapi tidak benar-benar mendapatkan idenya.  Melalui artikel ini, saya mau berbagai apa yang saya pelajari semasa kuliah magister saya.

Salah satu cara untuk membaca dengan cepat dan efektif adalah teknik SQ3R, yang merupakan singkatan dari Survey – Question – Read – Recite – Review.  Sebenarnya saya mempelajari ini untuk keperluan membaca artikel jurnal penelitian.  Namun, saya rasa ini juga bermanfaat bagi membaca secara umum.  Saya akan coba jelaskan pada bagian berikut ini.

1382179_orig1

  1. Survey. Sebelum kita mulai membaca secara utuh teks bacaan kita (artikel, buku, atau apapun itu), lakukan baca cepat (skimming) untuk membaca judul, subjudul, pengantar, pertanyaan, gambar, grafik, tabel, pernyataan yang dicetak tebal atau miring, istilah menarik, kesimpulan, dan/atau rangkuman.  Tujuannya: memberi gambaran dan ide utama kepada kita mengenai apa yang akan kita baca.  Keuntungannya, jika setelah melakukan survey, ternyata, kita menyadari bahwa bukan bacaan ini yang kita perlukan, kita bisa dengan cepat beralih ke bacaan lain.  Jika ada membaca jurnal penelitian, baca bagian abstrak.
  1. Question. Buat dan tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah melakukan survei terhadap teks bacaan.  Tujuan: semakin membuat kita fokus dan konsentrasi terhadap apa yang mau kita baca dan peroleh dari bacaan.  Gunakan judul, subjudul, gambar, dan lainnya menjadi pertanyaan.
    Contoh pertanyaan yang bisa dibuat:
    – Apa makna dari konsep ini?
    – Mengapa konsep ini penting?
    – Bagaimana konsep ini berkaitan dengan bahasan sebelumnya?
    – Apa yang bsia saya pelajari dari bacaan/konsep ini?
  1. Read. Baca dengan tujuan bahwa kita sedang mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kita sudah buat pada langkah ke-2.  Berikan tanda untuk kata kunci atau ide-ide yang menarik atau ide-ide yang menjadi kunci dari teks yang kita baca.
  1. Recite. Setelah kita selesai membaca teks bacaan (baik sebagian atau semua), tutup teks bacaan, lalu coba mengingat ulang apa yang sudah dibaca atau dipelajari.  Gunakan kata-kata sendiri untuk mengulang informasi-informasi kunci yang sudah kita peroleh.  Ingatkan ulang apa jawaban-jawaban dari pertanyaan yang kita ajukan di awal tadi.
  1. Review. Langkah ini bukan berarti kita hanya membaca ulang catatan yang sudah kita buat, tetapi kita bisa membuat mind map, flash card, menuliskan ide kunci ulang dengan kata-kata sendiri, berbagi kepada orang lain, dan berbagai cara lainnya.  Tujuan dari langkah Review adalah agar kita semakin menempelkan (glue) konsep dan apa yang telah kita pelajari di otak kita.

Dari metode ini, menurut saya, langkah Question menjadi langkah yang sangat penting.  Mengapa?  Karena langkah ini menjadi langkah awal di mana seseorang belajar.  Belajar tidak mungkin bisa efektif tanpa bertanya.  Tanpa mempertanyakan (mengkritisi), kita hanya sedang melakukan kegiatan saja seperti rutinitas, tapi bisa jadi tanpa makna.  Dengan mempertanyakan (mengkritisi atau questioning), kita berusaha mengekspresikan keingintahuan kita dan mencari jawaban atas keingintahuan tersebut.

Ketika proses mempertanyakan dan mengkritisi kita lalui dengan baik, selebihnya (proses pencarian jawaban) akan menjadi lebih menyenangkan.  Kita menjadi mempunyai energy lebih karena kita tahu apa yang ingin kita cari.  Sama saja seperti ketika kita bekerja, kita membutuhkan TUJUAN untuk dicapai.  Tanpa tujuan yang ingin dicapai, pekerjaan kita hanyalah rutinitas belaka.

Kiranya artikel ini bermanfaat bagi kita semua.  Yuk kita coba terapkan!  Semangat untuk terus belajar! 🙂

Referensi:

http://www.studygs.net/texred2.htm

http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data

https://www.oecd.org/indonesia/Skills-Matter-Jakarta-Indonesia.pdf

https://umanitoba.ca/student/academiclearning/media/SQ3R_Reading_Strategy_NEW.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s