Introvert dan Ekstrovert dalam Pendidikan

Vector Extraversion-introversion Infographics In Flat Style

Kita pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar istilah introvert dan ekstrovert.  Di masa saya bersekolah dahulu, sekitar 10-15 tahun yang lalu, istilah ini belum benar-benar dikenal seperti saat ini.  Dahulu, mungkin kita hanya bisa mengetahui kepribadian yang mana jika kita melalui tes psikologi tertentu.  Sekarang, kita dapat melakukan tes secara mandiri secara daring (online) dan gratis!

Sejak sekitar satu (1) bulan terakhir, saya sedikit banyak tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dua (2) kepribadian ini, introvert dan ekstrovert.  Saya tahu kepribadian manusia begitu kompleks dan untuk saat ini saya tidak mempunyai kapasitas untuk membahas lebih lanjut mengenai kepribadian manusia.

Awalnya, saya berada pada kondisi di mana saya sedang merenungkan tentang diri saya sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:  Mengapa saya di dunia ini?  Apa tujuan hidup saya?  Apa yang mau saya lakukan?  Sebagai seorang yang percaya dan mengikut Yesus Kristus, saya percaya bahwa hidup saya adalah untuk menyenangkan, memuliakan, dan hidup seturut jalan-Nya.  Namun, apa panggilan-Nya bagi saya?  Saya mencoba untuk menajamkan kembali tujuan hidup saya di dunia ini.

Dalam proses ini, saya mencoba melihat kembali mengenai siapa diri saya, tipe kepribadian, kekuatan, kelemahan, dan lainnya.  Singkatnya, dalam proses ini, saya semakin yakin bahwa memang saya adalah seorang dengan kepribadian introvert, unik, dan memang diciptakan Tuhan dengan maksud dan tujuan tertentu.  Ada masa di mana saya agak iri dan rendah diri ketika melihat banyak teman saya nampak lebih disuka, mudah bergaul, adaptif, lebih heboh, dan lebih ceria, karena pribadi mereka yang ekstrovert.  Sedangkan, saya lebih nampak sebaliknya.  Namun, saat ini saya semakin mantap dalam memahami diri saya sendiri dan tujuan hidup saya.

“Saya semakin yakin bahwa memang saya adalah seorang dengan kepribadian introvert, unik, dan memang diciptakan Tuhan dengan maksud dan tujuan tertentu.”

3f85906

Dalam masa proses pengenalan diri saya tersebut, saya banyak menonton video dan membaca dari berbagai artikel mengenai kepribadian introvert dan ekstrovert.  Saya menemukan hal-hal menarik dari beberapa video Ted Talks yang dibawakan oleh Susan Cain dan Crystal Robello.  Di Amerika, menurut beberapa, orang-orang kepribadian ekstrovert seperti lebih diagungkan dan disukai.  Susan Cain, dalam bukunya The Power of Introverts: 9 Best-Loved Stories menegaskan hal tersebut.  Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang-orang secara sadar lebih menyukai, meninggikan, menganggap lebih pintar, dan lebih berkompeten mereka yang cepat dan sering berbicara daripada mereka yang lambat untuk itu.  Secara mudah, walau mungkin tidak sepenuhnya tepat, orang-orang ekstrovert lebih disukai daripada orang-orang introvert.

“Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang-orang secara sadar lebih menyukai, meninggikan, menganggap lebih pintar, dan lebih berkompeten mereka yang cepat dan sering berbicara daripada mereka yang lambat untuk itu.”

Saya tidak tahu dengan pengalaman Anda sebagai pembaca.  Namun, dalam pengalaman saya pribadi, saya merasakan hal tersebut, yaitu bahwa orang-orang ekstrovert, sadar atau tidak, lebih disukai, atau paling tidak lebih mudah disukai.  Namun, terlepas dari itu, saya ingin berbagai mengenai beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan dalam praktik pendidikan saat ini:

  1. Pembelajaran bagi introvert dan ekstrovert

    Crystal Robello dan Susan Cain adalah orang-orang introvert, dan melalui Ted Talks mencoba mengkritisi praktik pendidikan saat ini yang lebih sering memberikan fokus untuk “membentuk” atau “menciptakan” anak-anak yang lebih ekstrovert.  Contohnya, ketika tugas-tugas sekolah harus dikerjakan dalam kelompok.  Entah bentuknya proyek atau apapun, tapi banyak kondisi di mana anak-anak didik diminta untuk sering bekerja dalam kelompok.  Tentunya, hal ini bagus, baik bagi mereka yang introvert maupun ekstrovert, karena mengkondisikan mereka untuk belajar bekerjasama.  Namun, jika kita mengkritisi lebih lanjut, saya cukup yakin ada banyak anak-anak yang cenderung introvert tidak terlalu nyaman dengan hal itu.  Sesekali tidak masalah, tetapi bagaimana jika terlalu sering?

    Bukan berarti bahwa anak-anak yang introvert selalu dibiarkan sendiri juga dalam beraktifitas.  Mereka pun sebenarnya menyukai kerja kelompok, tetapi mungkin cenderung lebih nyaman berada bersama dengan teman-teman mereka.  Untuk anak-anak ekstrovert, mungkin lebih mudah bagi mereka untuk bergaul bersama berbagai tipe anak lain.

    26e7fb4b885ab697bf503f5bc67738de
    2. Perhatian terhadap individu

    Melanjutkan pesan yang disampaikan oleh kedua pembicara Ted Talks tersebut, sebagai pendidik, kita juga harus belajar peka untuk memperhatikan kepribadian masing-masing anak didik kita (bukan hanya masalah introvert dan ekstrovert saja).  Kita harus berusaha membuat diferensiasi atau juga variasi dalam praktik pendidikan kita sesuai dengan konteks kelas dan anak didik kita.  Tidak selalu kerja kelompok harus dijalankan walaupun itu baik.  Coba seimbangkan dengan kerja mandiri.  Mereka perlu merasakan pengalaman dalam banyak cara bekerja yang berbeda-beda.  Ada juga praktik pembelajaran lain yang bisa diterapkan.  Gunakan misalnya: proyek, mind map, problem based learning, kerja kelompok, kerja mandiri, praktik kerja lapangan, debat, dan presentasi.  Sulit mungkin ketika kita tidak terlalu diperlengkapi, tetapi kita juga harus berusaha untuk belajar.

    quote-giving-every-child-a-chance-to-reach-their-full-potential-is-the-best-work-anyone-can-hillary-clinton-84-52-98
    3. Perhatikan potensi individu

    Menurut banyak sumber, anak-anak introvert cenderung lebih berpotensi untuk baik atau sukses secara akademis.  Kalau saya mencoba melihat kenyataan yang ada, benar juga adanya.  Mungkin, karena kepribadian mereka yang cenderung secara alami lebih menyukai untuk berpikir, merenung (reflektif), dan menganalisa, dan mungkin kepribadian mereka lebih “cocok” dengan sistem pendidikan yang ada.  Jadi secara akademis mereka bisa jadi lebih unggul.  Namun, bukan berarti bahwa anak-anak yang ekstrovert tidak atau kalah cerdas, dan tidak bisa unggul secara akademis.

    Orang-orang ekstrovert mempunyai potensi juga untuk menjadi ahli atau hebat dalam presentasi (public speaking), networkingmood makerentrepreneur, dan banyak lainnya.  Bukan berarti juga bahwa introvert tidak bisa menjadi seperti itu.  Kedua kepribadian ini sama baiknya dan unik.  Tidak ada yang lebih baik daripada yang lain.  Masyarakat dan persepsi yang membuatnya demikian.  Kita harus mengingat bahwa setiap anak punya potensinya masing-masing dan sebagai pendidik, kita harus memberi diri kita untuk menemukan dan menolong mereka untuk mengembangkannya.

Sebagai penutup, artikel ini tidak untuk dibaca diterima secara mentah.  Namun, mari sama-sama berpikir, praktik belajar dan mengajar seperti apa yang baik dilakukan di sekolah secara khusus.  Ada banyak hal yang tidak saya tulis dalam artikel ini juga.

Mari kita terus mencoba untuk melihat lebih dalam terhadap kepribadian, cara belajar, dan berbagai faktor yang mempengaruhi pendidikan anak didik kita.  Hal yang menurut saya paling utama dan mendasar adalah mari kita memberikan hati dan hidup kita bagi mereka.  Kita adalah pemimpin sekaligus pelayan dan penatalayan yang berusaha memimpin dan membimbing mereka untuk menjadi anak-anak didik terbaik, dan sukses di masa kini dan terlebih lagi di masa depan.

“Kita harus mengingat bahwa setiap anak punya potensinya masing-masing dan sebagai pendidik, kita harus memberi diri kita untuk menemukan dan menolong mereka untuk mengembangkannya.”

Referensi:

Cain, S. The Power of Introverts: 9 Best-Loved Stories.

Crystal Robello. Being an Introvert is a Good Thing. TEDxStMaryCSSchool. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=0oAJsPFH2wk

Susan Cain. The Power of Introverts. TED Talks. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=c0KYU2j0TM4

http://www.gurl.com/2015/08/14/common-misconceptions-stereotypes-extroverts/

https://www.psychologytoday.com/blog/the-introverts-corner/201208/hurtful-misconceptions-across-the-introvert-extrovert-divide

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s