Angulus Academy (Indo version)

Apakah kita merindukan Indonesia dengan pendidikan yang lebih baik? Apakah kita rindu melihat para murid Indonesia bertumbuh menikmati belajar dan terinspirasi melalui pendidikan yang mereka terima? Apakah kita rindu melihat sekolah semakin maju?

Kami rindu!

Kami bermimpi untuk melihat sekolah-sekolah di Indonesia semakin maju, dan para peserta didik menikmati belajar di sekolahnya, merasa terinspirasi, dan menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learners).

Karena itu, kami bersama dengan Angulus Academy memberikan fasilitas:

  • Konsultasi berbasis penelitian sekolah
  • Pelatihan kepemimpinan sekolah
  • Pendampingan (mentorship) kepemimpinan sekolah

Untuk info lebih lanjut, silakan lihat di slide berikut ini ya 🙂

This slideshow requires JavaScript.

 

Seperti apakah kita?

Kalau kita diminta untuk mendeskripsikan organisasi tempat kita bekerja dan berkarya, apa yang akan kita deskripsikan?

“Orang-orangnya asyik dan seru”

“Sangat fleksibel”

Open-minded

“Bosnya demokratis”

“Nggak enak, kaku banget suasananya”

“Mayoritas karyawan senior/tua”

“Pekerjaannya menantang”

Deskripsi singkat di atas hanyalah sebagian contoh, dan saya yakin kita dapat membuatnya menjadi lebih banyak dan jauh lebih detil.

Sadarkah kita bahwa apa yang kita deskripsikan mengenai sebuah komunitas atau organisasi, dalam hal ini tempat kita bekerja, sedikit banyak menggambarkan nilai dan budaya yang berlaku di kelompok tersebut? Misalnya, jika kita mengatakan bahwa orang-orangnya asyik dan seru, ada kemungkinan bahwa budayanya cenderung lebih terbuka, fleksibel, punya kebersamaan dan kekeluargaan yang cukup kuat, tidak terlalu hirarki dan mengandalkan otoritas, lebih berorientasi pada orang dan relasinya (people-oriented).

Kalau kita menikmati bekerja di suatu tempat, dan kita betah untuk bekerja di tempat itu untuk jangka panjang, bisa dipastikan bahwa nilai dan prinsip yang kita pegang sejalan dengan nilai, budaya, dan bahkan visi misi dari komunitas tersebut. Dampaknya, dengan bekerja di tempat tersebut, orang akan dapat mengetahui apa yang menjadi pegangan hidup kita.

Misalnya, di Amerika Serikat (AS), Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi yang sangat terkenal, khususnya pada masa Steve Jobs, dan memiliki iklim dan budaya organisasi yang kuat. Dengan bekerja di Apple, sedikit banyak itu mengekspresikan identitas mereka yang merasa cocok dan sejalan dengan visi dan nilai-nilai yang dianut Apple. Misalnya, Apple dikenal dengan nilainya yang menolak status quo dan selalu berusaha untuk berpikir secara berbeda. Sangat mungkin bahwa ketika kita bekerja di Apple dan merasa betah, sadar ataupun tidak, ternyata kita memiliki visi dan nilai yang sejalan dengan yang dipegang teguh oleh Apple.

Bagaimana dengan prinsip, visi, dan nilai yang kita pegang dan anut? Apakah sejalan dengan komunitas atau tempat kerja kita?