Haduh!

Apa rasanya mempunyai anak yang kerap tidak memahami apa yang kita sampaikan? Apa rasanya mempunyai murid yang sudah diajarkan berulang kali, tetapi tetap saja “bebal”? Apa rasanya memberi masukan (feedback) pada teman atau rekan kita tetapi tetap saja tidak berubah? Apa rasanya ketika kita sudah berjuang bekerja tetapi tetap tidak “sukses”?

Apa yang kita rasakan ketika dihadapkan pada kondisi semacam itu?

Sulit? Lelah? Ingin marah? Ingin menyerah?

Sama. Saya rasa, kita semua pernah merasakannya. Bagaimana kalau kita telah menggunakan segala cara tetapi keadaan tetap tak berubah? Saya hanya punya dua nasihat, baik itu bagi diri sendiri maupun kita. Percayalah dan bersabarlah.

Kita terbiasa hidup di dunia yang mana kita ingin dapat mengontrol semuanya, dan semuanya harus sesempurna yang kita inginkan (perfeksionis). Sayangnya, tidak semua bisa demikian. Ada kalanya, tugas kita “hanyalah” untuk mengusahakan yang terbaik dan terus berusaha, sambil percaya dan bersabar. Mungkin, kita tidak dapat melihat hasilnya. Mungkin orang lain yang akan merasakannya.

Bagaimanapun, percayalah, semua proses yang ada pasti ada artinya, baik itu bagi kita maupun bagi mereka yang sedang kita “bimbing”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s