KPI

Apa itu KPI? Di sini saya tidak sedang membahas Komisi Penyiaran Indonesia ya, tapi Key Performance Indicator, ukuran/indikator keberhasilan atau kinerja seseorang.

Di dunia bisnis dan pekerjaan, kita selalu diperhadapkan dengan ukuran dan indikator keberhasilan. Seringkali, atau bahkan selalu, indikator keberhasilan adalah berupa nilai angka tertentu. Misalnya, Keuntungan dan omzet perusahaan, efisiensi pengeluaran, jumlah terjualnya kopi/teh/produk lainnya, nilai ujian siswa, jumlah siswa atau mahasiswa baru, rendahnya turnover karyawan, dan lainnya.

Saya rasa ini sudah sangat lumrah dan sering kita dengar. Hal yang saya ingin tanyakan adalah ini: seberapa indikator itu, atau KPI yang ditetapkan sejalan atau menjadi penurunan/terjemahan dari visi kita?

Berhubung saya adalah seorang pendidik, maka saya akan menganalogikan dengan contoh kasus di sekolah. Semua sekolah pasti memvisikan pendidikan yang berkualitas, walau detilnya tentu bermacam-macam. Pendidikan berkualitas dengan karakter unggul, atau lainnya. Namun, KPI yang digunakan misalnya seperti beberapa contoh berikut:

  • Berapa banyak peserta didik dengan nilai Ujian Nasional (UN) 100?
  • Berapa banyak peserta didik baru yang mendaftar di tahun ajaran 2019-2020?
  • Persentase realisasi anggaran
  • Berapa banyak kompetisi yang diikuti peserta didik dimenangkan (juara 1, juara 2, atau juara 3)?

Apakah ada kaitannya?

Baru-baru ini, saya menyadari satu hal penting dalam perjalanan karier saya sebagai seorang pendidik. Apa indikator keberhasilan saya sebagai pendidik di masa kini? Masa di mana nilai bagus yang diperoleh peserta didik bukan jaminan, di mana realisasi tinggi anggaran bukan jaminan kualitas pelaksanaan kegiatan, di mana jumlah kompetisi yang dimenangkan menjadi ukuran jaminan keberhasilan dan kualitas pendidikan.

Saya merenungkan perjalanan saya, dan muncul dengan ide berikut ini:

“Kalau memang harus berupa angka atau nilai, mengapa KPI kita tidak demikian: Berapa banyak orang yang telah saya inspirasi dan sentuh hidupnya selama 1 tahun ini?”

Bagi saya, ini sejalan dengan misi hidup saya: untuk menginspirasi orang sebanyak mungkin untuk melakukan apa yang menginspirasi mereka, menikmati belajar, dan merasakan kepenuhan dalam hidupnya.

Bagi saya, tak ada artinya nilai tinggi ketika hidupnya tak bermanfaat, berdampak, dan tidak inspiratif bagi sekitar. Bagi saya, tidak ada artinya nilai UN baik jika curang. Kualitas perjalanan dan langkah yang dijalani murid-murid saya menjadi lebih penting bagi saya daripada hasil akhirnya. Hasil akhir menjadi representasi perjuangan dan perjalanannya.

Bagaimana dengan Anda? Dapatkah Anda membentuk KPI sendiri yang sejalan dengan visi hidup atau perusahaan Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s