Passion dan Tujuan

Baru-baru ini, saya mengikuti free online course yang ditawarkan oleh The British Council, berjudul Ideas for A Better World: Leading Change Through Policymaking. Salah satu topik bahasannya adalah mengenai Passion and Purpose. Dikatakan bahwa passion dan tujuan (purpose) adalah dua hal yang terkait. Passion tanpa tujuan akan membuat frustrasi karena tidak mempunyai arah. Karena itu, penting bagi setiap dari kita untuk mengetahui bukan hanya passion kita, apa yang kita sukai untuk lakukan, tetapi juga untuk apa kita melakukannya.

Image result for future learn ideas for a better world policy making

Pada course tersebut, dijelaskan empat langkah sederhana untuk mengidentifikasi passion dan tujuan kita:

  1. Apa yang bisa kita pertahankan (What we can sustain)
    Hal ini berkaitan dengan sumber daya yang mendasari tujuan kita. Hal yang perlu diketahui dan diingat adalah bahwa walau kita memiliki tujuan yang tepat dan baik, tanpa adanya sumber daya tujuan tersebut tidak akan dapat tercapai.
  2. Apa yang dapat kita lakukan (What we can do)
    Aspek atau langkah ini berkaitan dengan kemampuan atau keterampilan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita. Bagian ini menjadi penting karena kalau kita tidak mempunyai keterampilan atau kemampuan tertentu, akan sangat sulit untuk mencapai tujuan tersebut. Ini tidak juga berarti bahwa kita dapat melakukannya saat ini juga, tetapi paling tidak kita tahu bahwa kita perlu memelajarinya, pada batas tertentu, untuk mencapai tujuan kita.
  3. Apa yang dunia perlukan (What the world needs)
    Merupakan hal yang sangat penting bahwa tujuan kita didasarkan pada kebutuhan yang ada di dunia ini, bukan semata-mata kebutuhan kita sendiri, seperti kekayaan, ketenaran, dan lainnya. Tujuan ini pun juga perlu untuk berkaitan, Image result for what the world needsberdasarkan pada kenyataan yang ada dan kebutuhan di sekitar kita. Misalnya, karena lingkungan kita penuh dengan sampah plastik, karena itu kita memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan bebas material plastik.
  1. Apa yang mau kita lakukan (What we want to do)
    Untuk mencapai tujuan kita, penting bagi kita untuk mencintai apa yang kita lakukan, bukan hanya karena kita harus melakukannya.

 

Ketika langkah 2 dan 4 bersinggungan dan kita miliki, kita menemukan passion kita. Passion bukan hanya berarti sesuatu yang kita ingin lakukan, tetapi sesuatu yang kita juga memiliki kemampuan untuk mewujudkannya. Ketika semua langkah tersebut tercapai, kita mempunyai tujuan: kita mau (want) melakukan sesuatu, kita mampu (able) melakukannya, dunia membutuhkan (needs) kita untuk melakukannya, dan kita dapat bertahan (sustain) untuk menyelesaikannya.

Jika ada salah satu aspek atau langkah yang tidak terpenuhi dengan baik, akan tercipta gap:

Tanpa langkah 1: ada perasaan ragu yang berkelanjutan mengenai bagaimana caranya memastikan hasil yang bertahan lama

Tanpa langkah 2: aksi dan motivasi ada, tetapi rencana aksi kita tidak mempunyai kemungkinan yang cukup untuk berhasil

Tanpa langkah 3: aksi kita mungkin saja memiliki sumber daya yang cukup, tetapi pada dasarnya tidak berguna

Tanpa langkah 4: kita akan memiliki kesulitan untuk menentukan arah, walaupun kita mempunyai strategi obyektif yang berhasil

Seperti layaknya pada course tersebut, ini pertanyaan yang juga ingin saya bagikan:

  1. Langkah mana (1, 2, 3, atau 4) yang kita merasa percaya diri bahwa kita sudah menemukan atau mencapainya? Mengapa?
  2. Langkah mana yang sangat perlu untuk kita kembangkan untuk dapat kita penuhi? Mengapa?

Yuk kita renungkan kedua pertanyaan ini, dan jika berkenan bisa dibagikan di kolom komentar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s