Ayo makan! Ayo belajar!

Mana yang lebih penting? Makan dan kesehatan? Atau belajar dan pencapaian kesuksesan? Jika kita cukup waras, saya yakin kita menganggap kesehatan lebih penting atau keduanya sebagai aspek yang setara dan perlu diseimbangkan.

Ketika kita sudah dewasa, kita bisa membuat jadwal dan menentukan prioritas kita sendiri. Bagaimana dengan anak-anak? Tidak semua anak-anak punya kemampuan yang lebih natural untuk melakukannya. Secara umum, sejak dini, mereka perlu dilatih dan dididik untuk menentukan prioritas dan membuat jadwalnya sendiri.

Jika kita sudah mempunyai anak, pertanyaannya, berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk meminta (atau menyuruh) anak kita makan atau belajar? Sebagian anak lebih mudah untuk “diatur”. Sebagian lain, hmmm.. jangan harap mereka dengan mudah menurut. Kita minta detik ini untuk belajar, bisa jadi 1 jam kemudian baru belajar. Demikian juga halnya dengan meminta mereka untuk makan atau mandi.

Artikel ini saya tulis atas usulan istri saya. Ia mengatakan bahwa sejak dini, penting untuk anak-anak belajar mempunyai jadwal sendiri, dan itu tentunya tanggung jawab orang tua untuk mengajarkannya. Apa dampaknya? Di kemudian hari, ketika sudah terbentuk kebiasaannya, orang tua tidak perlu lagi “bawel” meminta anaknya untuk melakukan ini itu.

Image result for set priorities

Lebih jauh lagi, di masa depan anak tersebut sudah dapat membuat jadwal dan prioritas kerjanya sendiri, sesuatu hal yang sangat penting bagi kesuksesan seseorang. Contoh sederhana saja, mengenai makan. Di seminar kesehatan yang belum lama ini saya ikuti tentang diabetes, sang mentor yang menjadi narasumber mengatakan bahwa cara “diet” yang baik adalah dengan membuat jadwal makan. Jadi, kita makan bukan karena kita lapar, tetapi karena berdasarkan jadwal. Khususnya, bagi para penderita diabetes, ini menjadi saran yang sangat penting. Namun, ini menjadi nasihat berharga bagi semua orang, baik penderita diabetes maupun mereka yang sehat. Ketika tidak patuh terhadap jadwal makan, kita akan makan pada jam sesuka kita dan makan makanan sesuka kita. Akibatnya, suatu hari kita akan merasakan akibat buruknya pada kesehatan kita: obesitas, diabetes, jantung, atau lainnya.

Image result for daily routine schedule

Dari hal sederhana ini, saya pikir kita bisa belajar banyak. Membuat jadwal tidak diajarkan di banyak sekolah dan oleh banyak orang tua. Namun, kita bisa memulai mengajarkannya dan membiasakan ini.

Yuk membuat jadwal dan mematuhinya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s