Jangan abaikan kami

Apakah kita mempunyai rekan kerja, teman belajar, atau teman bermain yang merupakan seorang introvert. Menurut Anda, seperti apa mereka? Apakah Anda merasa nyaman berteman dengan mereka atau Anda merasa kesulitan? Atau mungkin Andalah seorang yang introvert?

Orang-orang berkepribadian introvert diidentifikasikan dengan beberapa sifat atau karakteristik berikut (Susan Cain, Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking):

  • Cenderung diam
  • Mendapatkan energi dalam momen menyendiri dan refleksi
  • Lebih sering atau cenderung menikmati aktivitas yang membutuhkan ketenangan dan kesendirian, seperti membaca, menulis, bermain komputer, dan memancing.
  • Lebih cenderung berpikir dan menganalisa sebelum berbicara dan bertindak
  • Punya keahlian lebih alami dalam mendengarkan dan mengamati/mengobservasi
  • Mudah atau cepat kehilangan energi dalam kondisi terlalu banyak stimulasi dari kegiatan sosial (stimulasi eksternal)

Apakah itu Anda atau teman Anda atau anggota keluarga Anda?

Poin-poin tersebut menunjukkan bahwa orang-orang introvert cenderung menarik diri dari kegiatan sosial. Bukan berarti mereka tidak suka bersosialisasi, melainkan pada umumnya sangat pemilih. Mereka lebih memilih untuk berada dalam kesendirian atau bersosialisasi dengan kelompok kecil 2-4 orang. Dengan deskripsi ini, cukup mengkontraskan bukan dengan orang-orang ekstrovert?

Saya adalah seorang introvert. Berdasarkan tes terakhir yang saya ikuti sekitar tahun lalu, saya 80% introvert, berarti introvert yang cukup kuat. Dan, saya rasa seperti banyak yang juga dialami orang-orang introvert lainnya, saya merasakan dilema.

Di masa pertumbuhan saya, saya sangat pemalu (ini bukan karakteristik orang introvert. Malu berkaitan dengan perasaan takut berinteraksi dengan orang lain) dan cenderung diam dalam banyak situasi. Saya cenderung berpikir sebelum berbicara, bahkan pada akhirnya tidak berbicara karena terlalu banyak berpikir. Lebih memilih diam, tetapi ingin diajak berbicara. Bingung ketika mengobrol walau ingin bisa banyak mengobrol. Ingin bisa diakui tetapi punya ketakutan.

Image result for introversion quotes

Walau perasaan malu tidak seharusnya berkaitan dengan kepribadian introvert (karena ada juga orang ekstrovert yang pemalu), namun itu cukup memengaruhi saya secara pribadi. Perasaan malu dan takut tersebut membuat saya enggan maju untuk bisa dilihat dan diakui orang, walau tidak ingin diabaikan. Ada kalanya saya punya perasaan iri terhadap mereka yang ekstrovert karena lebih mudah bergaul dan diterima orang

Bagi kita saat ini, semakin dewasa kita akan semakin mengenal diri kita sendiri dan belajar memahami kepribadian orang di sekitar kita. Baik mereka introvert maupun ekstrovert, jangan abaikan mereka. Khususnya bagi mereka yang introvert, karena lebih mudah bagi mereka untuk diabaikan.

Belajar kenali diri kita juga. Jika kita seorang introvert, jangan takut! Kita mempunyai banyak kekuatan dan keahlian alami yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Ekstrovert tidak lebih baik dari introvert. Kita seimbang dan bisa saling melengkapi dan menguatkan melalui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Menjadi introvert bukan berarti sesuatu yang buruk, terlepas dari berbagai “kelemahan keterampilan sosial” yang kita miliki. Bukan berarti kita tidak bisa percaya diri dan diterima dan diakui banyak orang. Bukan berarti kita tidak bisa bertumbuh dan menginspirasi banyak orang.

Jadi.. tolong, jangan abaikan kami..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s