Diam menghanyutkan

Image result for person who thinks and observes

“Orang yang paling berbahaya adalah mereka yang mendengarkan, berpikir, dan mengobservasi.” – Bruce Lee

Kemarin, saya sedikit menyinggung mengenai orang-orang introvert dan keahlian alaminya. Salah satunya adalah dalam hal mengamati. Orang-orang introvert memiliki keahlian lebih alami, dibandingkan orang ekstrovert, untuk mengamati/mengobservasi dan menganalisa dalam kesunyian. Orang mungkin tidak menyadarinya, tetapi orang-orang introvert bisa “tiba-tiba” hadir dengan segudang hasil pengamatan dan analisa.

Orang-orang introvert secara alamiah dibekali keterampilan observasi dan analisa yang lebih kuat, dan ketika diasah lebih lanjut akan menjadi kemampuan yang menguntungkan. Di dunia pekerjaan, kedua keterampilan ini menjadi bagian penting dan sangat diperlukan untuk memajukan organisasi.

Ketika dunia saat ini mengagungkan kemampuan kolaborasi dan keterampilan sosial lainnya, kita perlu mengingat juga bahwa ada keterampilan observasi, mendengarkan, berpikir, menganalisa, yang cenderung dilakukan dalam diam dan kesendirian yang dapat mengubah dunia di sekitar kita. Dunia tidak selalu berubah karena “keberisikan” kita ketika bekerja. Hasil karya kita bisa jadi membuat “berisik” dunia, namun “keberisikan” itu bisa lahir dalam diam dan “kesunyian”.

Inilah keunikan dan kekuatan orang introvert yang tidak dimiliki kebanyakan ekstrovert. Dalam diamnya, orang introvert bisa sudah mengamati dan menganalisa lebih jauh dan bisa memberikan hasil yang tak terbayangkan sebelumnya. Sama seperti orang ekstrovert yang lebih alamiah mempunyai keterampilan membentuk network (jaringan), kolaborasi, dan menjadi people-person.

Melalui artikel hari ini, bukan berarti saya ingin mengatakan bahwa orang ekstrovert tidak bisa melatih keterampilan observasi dan analisa. Baik orang introvert maupun ekstrovert mempunyai kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan sukses menurut gayanya masing-masing dan pada bidang keahlian masing-masing. Saya lebih menekankan perspektif introvert karena itu lebih mudah bagi saya untuk merefleksikannya sebagai orang introvert, dan karena saya juga merasa orang introvert lebih mudah terabaikan dan terpinggirkan (khususnya dalam konteks dunia Barat, menurut Susan Cain). Siapapun kita, apapun kepribadian kita, tugas kita adalah untuk terus mengembangkannya seoptimal mungkin untuk dapat menginspirasi dunia dan bersama kita mengubah dunia.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s