Tensions

Tension, atau berarti ketegangan dalam Bahasa Indonesia berarti pertentangan, di mana tentunya dibutuhkan minimal dua pihak untuk hal ini dapat terjadi. Ketegangan dapat terjadi di mana saja dan dalam aspek apapun. Ketegangan antara dua negara atau pemimpin negara, ketegangan antara kehendak rakyat dan kebijakan pemerintah, ketegangan antara kemauan orang tua dan sekolah, hingga ketegangan antara pasangan.

Beberapa ketegangan “layak” untuk dipertahankan karena suka atau tidak, itu menciptakan dunia yang lebih baik dan seimbang. Seolah, itu suatu sistem kontrol yang natural. Misalnya, pernahkah bayangkan jika negara selalu menuruti kemauan rakyatnya? Atau sebaliknya, jika rakyat selalu ‘percaya’ dan berserah kepada pemerintah. Atau, di dalam keluarga, pernahkah bayangkan jika orang tua selalu menuruti keinginan anaknya atau sebaliknya sang anak selalu mau keinginannya dipenuhi? Tentunya kekacauan akan terjadi bukan?

Dalam beberapa waktu belakangan ini, saya menemukan bagaimana orang tua memiliki peranan penting dalam hidup anaknya, baik itu dalam hal untuk membentuknya menjadi anak dan pribadi yang baik atau dalam mengacaukan kehidupannya. Orang tua memiliki ‘kekuatan’ dan peran yang sangat penting dalam hidup seorang anak, dan sayangnya ada banyak kasus di mana orang tua tidak menghidupinya dengan sungguh.

Image result for children are given to make parents learn quotes

Sayang memang tidak ada sekolah khusus untuk orang tua, tetapi tetap ini bukanlah alasan. Orang tua, terutama di masa kini dapat belajar melalui berbagai hal. Orang lain, buku, internet, dan juga pengalamannya sendiri. Pada akhirnya, anak adalah manusia, sama seperti orang tua. Anak juga ingin diperlakukan dan ditumbuhkan menjadi manusia dewasa seutuhnya. Kalau kita belajar secara khusus mengenai pendidikan dan psikologi anak (yang mana tidak setiap orang tua memelajarinya), menurut saya itu bonus tersendiri.

Salah satu hal penting menurut saya adalah menjaga ketegangan dalam relasinya dengan anaknya. Ada keinginan dan kebutuhan anak yang perlu kita penuhi sebagai orang tua, bahkan walaupun ketika kita tidak setuju atau menyukainya. Namun, ada kalanya itu menjadi hal baik dan benar untuk dilakukan. Ada kalanya anak juga perlu mengikuti keinginan atau kehendak kita sebagai orang tua. Sekali lagi, karena memang itu adalah hal yang baik dan benar untuk dilakukan.

Sangat sedih apabila orang tua hanya mengikuti egonya sendiri dan tidak mau ‘mendengarkan’ kebutuhan sang anak. Tidak mau belajar menjadi orang tua yang lebih baik. Akan jadi seperti apa anak itu nanti? Selamat membayangkannya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s