Ada apa di belakang?

Sebuah film berjudul “Marriage Story” mengisahkan tentang sepasang suami istri dengan satu orang anak laki-laki. Cerita utamanya adalah mengenai relasi antara sang suami, Charlie, dan istrinya, Nicole, yang diambang perceraian, yang juga membuat nasib anak mereka, Henry, berada di posisi yang kurang jelas. Dalam film tersebut, digambarkan perbedaan antara keduanya, dan ketidakterbukaan dan perasaan tidak seimbang dalam berkorban yang pada akhirnya menjadi akar utama penyebab perceraian. Nicole merasa Charlie tidak memahami dan mengakomodasi keinginannya. Begitu juga sebaliknya yang dirasakan Charlie terhadap Nicole.

Image result for marriage story

Bagian yang mengambil waktu terbanyak adalah proses perceraian dan mediasi keduanya. Dimulai dari Nicole yang akhirnya memilih untuk membayar pengacara untuk mengurus perceraiannya, yang akhirnya menuntun pada Charlie yang juga harus membayar pengacara. Diceritakan pula, di tengah proses ini, Henry menjadi tumbalnya. Ada kalanya Henry tinggal bersama Nicole, ada kalanya ia bersama dengan Charlie. Pada akhirnya, Nicole dan Charlie bercerai.

Satu hal yang saya refleksikan dan pelajari dari film ini adalah bagaimana pasangan ini tidak mempunyai komunikasi yang baik. Mereka tidak cukup terbuka, dan ada ketidakseimbangan dalam perasaan berkorban. Nicole merasa sudah berkorban banyak dan merasa tidak menjadi dirinya lagi, sedangkan Charlie merasa sudah berkorban pula dan memberikan banyak bagi Nicole. Nicole mempunyai keinginan yang ia pendam. Semua nampak indah dan bahagia hingga beberapa tahun pertama. Namun, kemudian ketidakpuasan muncul ke permukaan seperti layaknya gunung es.

Hal menarik, ada di awal dan ujung film. Di awal film, mereka datang ke terapis pernikahan dan diminta untuk membagikan apa yang mereka tulis tentang satu sama lain. Tujuannya, mereka diminta untuk melihat sisi positif dari pasangan. Sayangnya, Nicole menolak membacakannya. Namun, di akhir film, Henry menemukan kertas tersebut dan membacanya berdua dengan Charlie.

Seringkali kita mengabaikan hal positif yang ada dalam diri orang lain, entah itu orang terdekat kita atau lawan kita. Seringkali kita mengabaikan hal positif yang terjadi dalam hidup ini. Kita begitu terpaku pada hal-hal negatif dan menyakitkan yang kita terima. Kita tidak cukup bersyukur atas kebaikan dan nikmat yang ada. Bahkan, walaupun negatif, hal-hal tersebut juga bisa menjadi sarana bagi kita untuk belajar menjadi lebih dewasa.

Tiga hari lagi, kita akan berada tepat di penghujung tahun 2019 ini. Mari kita merenung dan mengingat kembali pengalaman hidup kita di tahun ini. Apa saja hal menyenangkan dan positif yang kita alami? Apa saja hal menyebalkan dan negatif yang kira alami? Bagaimana pengalaman tersebut telah membentuk diri kita saat ini?

Mungkin, kita menggumuli dan mendoakan sesuatu, dan tidak mendapatkannya hingga saat ini. Bsia jadi ini karena Sang Mahakuasa ingin kita belajar sabar, dan mungkin itu bukan yang terbaik bagi kita.

Mungkin, kita ditinggalkan pacar setelah bertahun-tahun bersama. Bisa jadi, ia yang kita tangisi memang bukanlah jodoh kita untuk menikah nantinya.

Mungkin, suami atau istri kita tidak pernah memberikan kejutan “besar”, tetapi selalu mengurus rumah dan anak. Bisa jadi, kita harus lebih menghargai perbuatan “kecil” dan konsisten, karena seringkali justru lebih sulit daripada melakukan hal “besar”.

Mungkin, kita mendapatkan pekerjaan baru yang menyenangkan. Bisa jadi, kita diminta bersyukur dan menikmati berkat tersebut dan berusaha bertumbuh seoptimal mungkin di sana.

Ada banyak hal yang kita alami di tahun ini, dan semuanya itu pasti bertujuan untuk membuat kita semakin menjadi pribadi lebih baik. Masalahnya, apakah kita cukup peka untuk belajar atau tidak? Apakah kita cukup bersyukur atas hal baik maupun hal buruk yang kita alami? Apakah kita cukup menghargai keberadaan orang-orang di sekitar kita?

Image result for small things matterMari kita menutup tahun ini dengan kesadaran untuk mau belajar lebih dan lebih lagi. Mari kita menutup tahun ini dengan lebih menghargai hal-hal yang nampak remeh di hidup kita.

Selamat memasuki tahun yang baru, selamat terus belajar, menjadi pribadi dan pemimpin yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s