Menyulitkan yang sederhana, Menyederhanakan yang sulit

Di dalam hidup ini, selalu ada hal-hal yang nampak sulit dipahami dan ada hal-hal yang sederhana sehingga cukup atau sangat mudah dipahami. Untuk yang pertama, membutuhkan waktu relatif cukup lama untuk berpikir dan akhirnya memahami esensi atau makna dari hal sulit yang kita pikirkan tersebut.  Untuk yang kedua, relatif tidak dibutuhkan waktu terlampau lama untuk dapat memahami hal sederhana.

Continue reading “Menyulitkan yang sederhana, Menyederhanakan yang sulit”

Esensi belajar matematika

Anak, murid, atau bahkan mungkin diri kita sendiri seringkali mempertanyakan, “Buat apa sih belajar matematika?”, “Memang, topik ini bakal kita pakai kalo udah kerja?”, “Ngapain sih belajar aljabar?”, dan pertanyaan lainnya yang serupa.

Saya sendiri mendapatkan konten sharing di video ini dari seminar yang saya ikuti. Dua kali saya mengikuti seminar dari Dr. Yeap Ban Har dan beliau menyampaikan konten ini. Saya, berusaha menyederhanakan, meringkaskan, dan memberi sedikit contoh. Konten pada video ini menjadi salah satu bagian penting misi saya mentransformasi pembelajaran matematika, yang tentunya dimulai dari saya sendiri.

Konten seminar dari Dr. Yeap Ban Har ini yang membuat saya mencari tahu lebih lanjut mengenai belajar dan cara mengajar matematika. Akhirnya, saya mengikuti online course “How to teach math for teachers” dan “How to teach math: for students”, yang semuanya ini sangat menginspirasi saya untuk belajar lebih lagi, dan akhirnya berbagi melalui video di YouTube channel saya.

Ini masih tetap menjadi perjalanan pribadi saya dalam pengembaraan pemahaman tentang matematika dan kehidupan. Namun, tidak ada salahnya sambil berbagi bukan? Silakan menonton video ini untuk sedikit mendapatkan informasi mengenai esensi belajar matematika, yang sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar mata pelajaran di sekolah.

Selamat berpikir, selamat mengkritisi, selamat bertanya. 🙂

#matematika #pendidikan #guru #sekolah #inspirasi #belajar #mengajar #berbagi #indonesia #matematikauntuksemua #sensemaking #berpikirsecaramendalam #everyonecandowellatmaths

Menikmati matematika, menikmati hidup

“Matematika?? Hiiii… Nggak banget!”

Matematika adalah suatu bidang studi yang pantas untuk kita pelajari dan nikmati. Tidak masuk akal? Mungkin demikian bagi banyak orang, karena banyak orang mempunyai pengalaman buruk dengan yang namanya matematika. Kalau dengar anaknya belajar matematika, “Hiiii…..” Namun, saya belajar dan semakin belajar bahwa matematika itu memang bidang studi yang menyenangkan. Bukan karena permainan yang dilakukan untuk memfasilitasi kita belajar matematika. Namun, karena matematika itu sendiri.

Continue reading “Menikmati matematika, menikmati hidup”

I feel you

As someone who works in an education setting, I always remember that I was once a student who experienced school. Reminiscing all of my years of schooling, probably, one thing that I have never witnessed as a student is the struggles or mistakes made by my teacher(s). I only know their lives in my classroom. In other words, I don’t know that they are also human beings.

“I guess teachers are also humans” – a student

Continue reading “I feel you”

Leadership vs Covid-19

My wife is a preschool teacher at one preschool and daycare in Bintaro, Tangerang Selatan. Together with her twin, with the support from their parents (my parents-in-law), they founded this preschool and daycare two years ago. It could also be said that aside from being a teacher, my wife also plays the role of a principal, part of the management team, and the owner.

Continue reading “Leadership vs Covid-19”

Kepemimpinan vs Covid-19

Istri saya adalah seorang guru TK di salah satu preschool (PAUD) di daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Bersama dengan kembarannya, dengan sokongan dana dan dukungan dari kedua orang tuanya, mereka membangun PAUD ini 2 tahun yang lalu. Jadi, bisa dibilang, selain sebagai guru, istri saya juga sekaligus adalah kepala sekolah, manajemen, dan pemilik.

Continue reading “Kepemimpinan vs Covid-19”

Saya rindu sekolah

Minggu ini menandai minggu ke-4 dari perjalanan Home-Based Learning, atau belajar dari rumah di sekolah saya. Sejak sekitar 2 minggu yang lalu, beberapa murid saya mulai mengekspresikan kebosanan mereka karena berada di rumah sepanjang hari tanpa mereka dapat berbuat apa-apa, selain belajar. Mereka harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ, atau distance learning), mungkin melalui konferensi video, atau sebatas mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru masing-masing, atau tugas lainnya. Mereka diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu seperti biasanya, dan mungkin mengerjakan lembar kerja atau penilaian lainnya. Perbedaannya, saat ini mereka tidak dapat pergi ke mana pun untuk bersantai atau bertemu dengan teman mereka.

Continue reading “Saya rindu sekolah”