“Dasar” itu gak penting? (part 2)

soal-matematika-1068x600

Pada masa ketika saya SD dahulu, di tahun 1995-2001, cakupan topik lebih terasa sedikit, sehingga guru dan murid punya cukup waktu untuk membahas suatu topik dengan lebih mendalam atau hingga anak-anak murid bisa cukup memahami. Ambil contoh saja tentang kalibataku atau kali () bagi () tambah () kurang (). Saya cukup ingat bahwa ketika saya sudah berada di kelas 4 SD dahulu, saya dan mayoritas teman sekelas saya sudah cukup fasih dalam melakukan operasi hitung sederhana itu. Ketika saya mengajar di kelas 4 SD dahulu, masih banyak anak murid yang kesulitan di materi itu. Belum lagi ketika kita berbicara tentang materi bilangan bulat, pecahan, KPK, FPB, pangkat, bangun datar, bangun ruang, apalagi soal cerita.

Continue reading ““Dasar” itu gak penting? (part 2)”

“Dasar” itu gak penting? (part 1)

Der Traum vom Haus

Kita bisa saja membangun gedung yang begitu megah. Namun, tanpa fondasi yang baik, cepat atau lambat gedung tersebut akan runtuh juga.

“Teori itu kan gak penting!”, teriak Kelly kepada temannya dengan muka kesal. Kelly baru saja menyelesaikan bimbingan pembuatan skripsi dengan dosen pembimbingnya. Dia begitu kesal karena sebagian besar isi Bab 3 dan Bab 4 skripsinya dicoret oleh dosen pembimbingnya karena kesalahan landasan teori yang fatal menurut dosennya.

Continue reading ““Dasar” itu gak penting? (part 1)”

Happy Teachers’ Day!

teachers-day-sale-on-amazon

Tepat hari ini, tanggal 25 November 2016, Hari Guru diperingati oleh bangsa Indonesia.  Mengapa tanggal 25 November?  Karena, pada tanggal tersebut, tepatnya pada 25 November 1945 merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  Hari Guru tidak ditetapkan sejak awal berdirinya PGRI, namun pada tahun 1994, dengan juga dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) No. 78 Tahun 1994, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional, bersamaan dengan hari ulang tahun PGRI.  Hari Guru ini dicetuskan “untuk mengenang jasa dan perjuangan para guru memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia dan kemerdekaan Indonesia.”

Continue reading “Happy Teachers’ Day!”

Belajar Terus, Terus Belajar

2ac99163f275454bce6fcc17289e90d0

Temu Pendidik Nusantara 2016 yang digagas oleh Kampus Guru Cikal mengangkat tema “Merdeka Belajar”.  Cukup unik untuk mendengar istilah “Merdeka Belajar”, karena selama saya berkecimpung di dunia pendidikan selama 5 tahun ini, baru pertama kali ini saya mendengar istilah tersebut.  Setelah saya mengikuti keseluruhan rangkaian acara tersebut, saya menyimpulkan bahwa makan dari “Merdeka Belajar” adalah merasa senang untuk belajar dan menjadi lifelong learner – pembelajar seumur hidup.

Continue reading “Belajar Terus, Terus Belajar”

Pendidikan atau Kebudayaan

7016879_orig

Pendidikan atau kebudayaan? Kebudayaan atau pendidikan? Mana yang harus dipilih?

Menurut saya, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Pendidikan yang baik berkaitan erat dengan kebudayaan.

Menurut Geerd Hofstede, seorang psikolog sosial,

Continue reading “Pendidikan atau Kebudayaan”

Senangnya Belajar?

pembelajaran2bdiluar2bkelas“Belajar itu TIDAK MENYENANGKAN!!”

Mungkin kita pernah atau cukup sering mendengar perkataan semacam itu, entah dari murid di sekolah, murid les, anak sendiri, adik, kakak, atau saudara kita, atau dari sumber lain. Bagi sebagian orang, belajar itu tidak menyenangkan. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda setuju?

Bagi kami, ya! Kami setuju bahwa belajar itu tidak menyenangkan … jika:

Continue reading “Senangnya Belajar?”

Keluarga Berharga

610-e1426209483183

Zaman sekarang ini, siapa yang tidak sibuk? Kita rela bekerja dari pagi hingga malam, ditambah lembur, sehingga waktu untuk keluarga begitu sedikit. Besok pagi kembali bekerja pada jam yang sama, dan berputar seperti itu lagi. Lebih gawat, ketika sudah menikah dan mempunyai anak, kedua orang tua punya kesibukannya masing-masing hingga lupa mengurus anak dengan baik.

Anak-anak dimasukkan ke sekolah dan cenderung diserahkan pendidikan sepenuhnya ke pihak sekolah. Mungkin hal ini tidak begitu terjadi ketika anak-anak masih berada di jenjang TK dan SD di mana mereka masih sangat membutuhkan perhatian. Namun, ketika mulai di jenjang SMP, ada banyak kondisi kejadian di mana anak-anak lebih cenderung dibiarkan begitu saja untuk berusaha sendiri dan berjuang bersama pihak sekolah. Mereka dianggap sudah mulai mandiri dan bisa “diurus” oleh pihak sekolah. Continue reading “Keluarga Berharga”