Membaca dengan Efektif

 

keep-calm-and-love-reading-64

Sudah sejak lama, kita mengetahu bahwa minat baca anak Indonesia tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.  Berdasarkan laporan penelitian pada tahun 2016 (http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data), Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara untuk kemampuan literasi (kemampuan membaca dan memahami teks tertulis, bisa diartikan secara sederhana sebagai kemampuan membaca).  Indonesia hanya lebih baik dari Botswana yang merupakan peringkat ke-61.

Continue reading “Membaca dengan Efektif”

Pendidikan Orientasi Hasil – Masa Depan

past-present-future-directions

“Inilah panggilan kita sebagai pendidik, yaitu untuk menjadi pemimpin yang mengembangkan dan membimbing generasi masa depan bangsa.”

Pada artikel sebelumnya, “Pendidikan Orientasi Hasil – Nilai”, saya mengawali artikel tersebut dengan membahas perbedaan pendidikan pada masa lalu (10-20 tahun yang lalu) dan masa kini.  Perubahan dalam hal kreatifitas pengajar, teknologi, media pembelajaran, dan berbagai hal lainnya dapat terlihat dan terasakan.  Perubahan-perubahan tersebut tentu baik adanya dan harus diapresiasi, kecuali saya menekankan satu hal yang saya rasakan berubah semakin tidak menyenangkan, yaitu masalah pendidikan yang berorientasi pada hasil berupa nilai angka (Pembaca tidak harus setuju dengan saya mengenai ini).

Continue reading “Pendidikan Orientasi Hasil – Masa Depan”

Pendidikan Orientasi Hasil – Nilai

tumblr_mf8p0mjcfl1rzkykpo1_1280

Dunia pendidikan formal (schooling) saat ini sudah jauh berkembang dari apa yang kita rasakan, paling tidak paling tidak jika dibandingkan dengan 5-10 tahun yang lalu.  Ada banyak perbedaan yang bisa kita rasakan.  Saat ini, teknologi sudah sangat berkembang dan menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.  Model atau gaya pembelajaran pun sudah berkembang.

Continue reading “Pendidikan Orientasi Hasil – Nilai”

“Dasar” itu gak penting? (part 2)

soal-matematika-1068x600

Pada masa ketika saya SD dahulu, di tahun 1995-2001, cakupan topik lebih terasa sedikit, sehingga guru dan murid punya cukup waktu untuk membahas suatu topik dengan lebih mendalam atau hingga anak-anak murid bisa cukup memahami. Ambil contoh saja tentang kalibataku atau kali () bagi () tambah () kurang (). Saya cukup ingat bahwa ketika saya sudah berada di kelas 4 SD dahulu, saya dan mayoritas teman sekelas saya sudah cukup fasih dalam melakukan operasi hitung sederhana itu. Ketika saya mengajar di kelas 4 SD dahulu, masih banyak anak murid yang kesulitan di materi itu. Belum lagi ketika kita berbicara tentang materi bilangan bulat, pecahan, KPK, FPB, pangkat, bangun datar, bangun ruang, apalagi soal cerita.

Continue reading ““Dasar” itu gak penting? (part 2)”

“Dasar” itu gak penting? (part 1)

Der Traum vom Haus

Kita bisa saja membangun gedung yang begitu megah. Namun, tanpa fondasi yang baik, cepat atau lambat gedung tersebut akan runtuh juga.

“Teori itu kan gak penting!”, teriak Kelly kepada temannya dengan muka kesal. Kelly baru saja menyelesaikan bimbingan pembuatan skripsi dengan dosen pembimbingnya. Dia begitu kesal karena sebagian besar isi Bab 3 dan Bab 4 skripsinya dicoret oleh dosen pembimbingnya karena kesalahan landasan teori yang fatal menurut dosennya.

Continue reading ““Dasar” itu gak penting? (part 1)”

Happy Teachers’ Day!

teachers-day-sale-on-amazon

Tepat hari ini, tanggal 25 November 2016, Hari Guru diperingati oleh bangsa Indonesia.  Mengapa tanggal 25 November?  Karena, pada tanggal tersebut, tepatnya pada 25 November 1945 merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  Hari Guru tidak ditetapkan sejak awal berdirinya PGRI, namun pada tahun 1994, dengan juga dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) No. 78 Tahun 1994, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional, bersamaan dengan hari ulang tahun PGRI.  Hari Guru ini dicetuskan “untuk mengenang jasa dan perjuangan para guru memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia dan kemerdekaan Indonesia.”

Continue reading “Happy Teachers’ Day!”

Belajar Terus, Terus Belajar

2ac99163f275454bce6fcc17289e90d0

Temu Pendidik Nusantara 2016 yang digagas oleh Kampus Guru Cikal mengangkat tema “Merdeka Belajar”.  Cukup unik untuk mendengar istilah “Merdeka Belajar”, karena selama saya berkecimpung di dunia pendidikan selama 5 tahun ini, baru pertama kali ini saya mendengar istilah tersebut.  Setelah saya mengikuti keseluruhan rangkaian acara tersebut, saya menyimpulkan bahwa makan dari “Merdeka Belajar” adalah merasa senang untuk belajar dan menjadi lifelong learner – pembelajar seumur hidup.

Continue reading “Belajar Terus, Terus Belajar”