Hati-hati!

Mana yang betul: “budaya membentuk manusia” atau “manusia membentuk budaya?”

Saya rasa, keduanya benar saja. Di tahun 2017, saya pernah melakukan penelitian untuk tesis saya ke dua sekolah berbeda. Dari penelitian itu, saya menemukan bahwa kedua premis tersebut berlaku. Budaya dapat membentuk manusia, dan juga manusia dapat membentuk manusia.

Pertanyaan selanjutnya mungkin begini, mana yang lebih mudah dibentuk, kita (manusia) oleh budaya atau budaya oleh kita (manusia)? Dalam banyak pengalaman, seringkali saya melihat bahwa manusia lebih mudah dipengaruhi dan dibentuk oleh budaya. Jika budaya organisasi di tempat kita bekerja adalah budaya korupsi, kita lebih mudah terpengaruh dan ikut korupsi. Sebaliknya, jika lingkungan kerja kita saling mendukung dan jujur, kita cenderung untuk juga saling mendukung dan jujur.

Tidak mudah untuk mengubah budaya yang sudah terbentuk di lingkungan kita, dan menariknya, budaya itu sendiri terbentuk melalui manusia-manusia yang ada di dalamnya. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana kita membawa perubahan di sebuah organisasi. Dibutuhkan untuk mengubah budaya untuk dapat mengubah organisasi tersebut.

Karena demikian kuatnya pengaruh budaya, maka berhati-hatilah terhadapnya. Kita tidak bisa sembarangan bertindak dan membentuk nilai dengan asal-asalan, dan sebaliknya, kita juga tidak bisa sembarang memilih tempat kerja yang ternyata berlawanan dengan nilai dan prinsip yang kita anut.

Hati-hati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s