Be happy now

Dalam hidup sehari-hari kita, saya cukup yakin bahwa banyak di antara kita yang menemui banyak masalah dan tantangan yang membuat hidup kita tidak menyenangkan. Macet di jalan, kecopetan, gaji kurang, biaya hidup mahal, bos yang menyebalkan, rekan kerja yang egois dan sombong, pekerjaan tak kunjung selesai, lembur, dosen yang sesukanya sendiri, nilai jelek, hasil kerja tidak memuaskan, orang tua sok tahu dan otoriter, dan lain-lainnya. Mudahnya, selalu ada alasan untuk mengeluh di setiap waktunya.

Hidup kita terasa tidak menyenangkan jadinya. Lalu, bagaimana donk? Apakah memang hidup ini sesulit itu? Tapi bagaimana dengan orang lain yang selalu nampak bahagia?

Dalam diskusi dengan teman saya, ia mengatakan, “Be happy now.” Hidup memang tidak selalu mudah dan menyenangkan, tapi be happy now. Kalau kita tidak bisa menikmati keadaan kita saat ini, sangat mungkin kita juga tidak bisa menikmati dan senang terhadap keadaan hidup kita di kemudian hari (walaupun lebih baik kondisinya). Selalu ada hal yang bisa kita keluhkan.

Semangat be happy now berarti mensyukuri berkat Sang Ilahi dalam setiap hal kecil dalam hidup kita dan melihat kesempatan dibaliknya untuk bertumbuh dan melakukan sesuatu. Misalnya:

  • Barang-barang dan biaya hidup mahal, berarti kita juga mempunyai kesempatan untuk melihat lebih lagi barang-barang apa yang kita benar-benar butuhkan sehingga kita tidak membeli barang yang sebenarnya kita tidak perlukan.
  • Macet di jalan begitu parah. Kita bisa meluangkan waktu untuk berkenalan dengan orang baru di kanan atau kiri kita (jika kita mengendarai atau naik motor) atau kita bisa mendengarkan podcast, seminar di radio/YouTube atau media lainnya untuk menambah pengetahuan.
  • Kaki kita cedera dan merasa tidak bisa olahraga. Kita bisa melatih bagian atas tubuh kita, seperti tangan dan bagian dada.

Image result for be happy nowKeluhan adanya di otak kita, ketika kita merasa apa yang kita inginkan hilang atau terhalangi. Padahal di sisi lain, itu menciptakan kesempatan untuk melakukan hal yang baru juga. Mudah dibicarakan, tidak mudah dilakukan, khususnya ketika kita sudah sangat terbiasa mengeluh. Keluhkanlah kebiasaan kita mengeluh, dan mari melatih diri be happy now.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s